oke langsung saja, selamat membaca
2. Akhir-akhir ini aku mendapati bahwa anakku memiliki kemampuan
aneh. Ia memiliki kebiasaan mengacungkan jarinya pada wajah seseorang
sewaktu-waktu. Suamiku dan aku menyadari bahwa, jika anakku mengacungkan
jarinya pada wajah seseorang seperti itu, berarti orang tersebut akan meninggal
tiga hari kemudian. Tahun lalu ia mengacungkan jarinya pada kakeknya, dan pada
tiga hari kemudian kakeknya meninggal karena serangan jantung. Beberapa bulan
yang lalu, dia mengacungkan jarinya pada aktris terkenal yang ada di majalah. Tiga hari kemudian aktris tersebut
meninggal dalam kecelakaan mobil. Hari ini, ketika aku akan menyalakan
televisi, anakku mengacungkan jarinya tepat kearah layar. Ketika kunyalakan
televisinya, terlihat di layar bahwa Presiden sedang menyampaikan pidatonya.
Aku tidak percaya bahwa Presiden akan meninggal pada tiga hari kedepan, tetapi
prediksi anakku memang tidak pernah meleset.
3. Pada suatu malam
isteriku diserang oleh seorang perampok ketika aku sedang dalam perjalanan
pulang sehabis lelah bekerja. Isteriku langsung menusuk perampok tersebut
dengan pisau yang sedang dibawanya dan membunuhnya. Setelah menyelidiki kasus
penusukan tersebut, Polisi menyatakan bahwa itu adalah perlindungan diri yang
dilakukan oleh wanita tersebut. Ketika aku akan menjemputnya dari kantor
polisi, dia mengatakan, “Ketika aku mendengar bel pintu kupikir itu adalah
kamu, tetapi ternyata adalah perampok bertopeng yang langsung masuk segera
setelah aku membuka pintu!” sambil memeluknya dengan erat, aku mengatakan “Kau
pasti sangat ketakutan, paling tidak sekarang kau aman”.
4. Belajar untuk
menjadi seorang dokter benar-benar memerlukan kerja keras, tetapi saya
mendapatkan nilai sempurna pada tes otopsi pada hari Jum’at lalu. Tetapi semua
itu berkat bantuan dari teman sekamar saya. Aku berharap dapat berterimakasih
kepadanya, tetapi dia sudah tidak mungkin bertemu aku lagi.
5. Pada suatu malam
aku diajak oleh kedua temanku untuk berburu hantu di sebuah rumah tua dimana
dulunya pernah terjadi pembunuhan. “Aku dengar si pembunuh menjagal orang-orang
ini” kata salah satu temanku. “Pasti arwah mereka benar-benar marah”
“Ya, aku dengar ini adalah pembantaian massal” sahut temanku yang lain. “Rupanya, si pembunuh mencongkel mata sang suami dan membacok sang istri dengan pisau yang besar. Kemudian dia mencekik anak-anaknya hingga tewas.”. “Apakah kalian benar-benar serius?” tanyaku, “atau kalian hanya menakut-nakutiku saja? Kalian tau betapa takutnya aku terhadap hantu.”
Pintu depan pun kami buka, kami berjalan sambil berpegangan tangan karena di dalam sana gelap total dan kami hanya berbekal satu lampu senter. Kami menelusuri ruang tamu dan dapur, kemudian turun ke ruang bawah tanah dimana pembunuhan keji tersebut terjadi. Kami masih bisa melihat dengan jelas darah bercipratan di tembok. Tempat ini memang benar-benar mengerikan, tapi kami tidak melihat satupun kejanggalan atau sesuatu yang aneh. Pada saat keluar dari ruang bawah tanah, aku bertanya kepada temanku.
“Aku tidak melihat satupun hal yang aneh, bagaimana dengan kalian?”
“Aku tidak”
“Aku juga tidak”
“Aku tidak melihat apapun”
Jadi memang benar-benar tidak ada hantu, aku merasa lega.
“Ya, aku dengar ini adalah pembantaian massal” sahut temanku yang lain. “Rupanya, si pembunuh mencongkel mata sang suami dan membacok sang istri dengan pisau yang besar. Kemudian dia mencekik anak-anaknya hingga tewas.”. “Apakah kalian benar-benar serius?” tanyaku, “atau kalian hanya menakut-nakutiku saja? Kalian tau betapa takutnya aku terhadap hantu.”
Pintu depan pun kami buka, kami berjalan sambil berpegangan tangan karena di dalam sana gelap total dan kami hanya berbekal satu lampu senter. Kami menelusuri ruang tamu dan dapur, kemudian turun ke ruang bawah tanah dimana pembunuhan keji tersebut terjadi. Kami masih bisa melihat dengan jelas darah bercipratan di tembok. Tempat ini memang benar-benar mengerikan, tapi kami tidak melihat satupun kejanggalan atau sesuatu yang aneh. Pada saat keluar dari ruang bawah tanah, aku bertanya kepada temanku.
“Aku tidak melihat satupun hal yang aneh, bagaimana dengan kalian?”
“Aku tidak”
“Aku juga tidak”
“Aku tidak melihat apapun”
Jadi memang benar-benar tidak ada hantu, aku merasa lega.
6. Aku sangat
ketakutan semalam, setelah aku membaca cerita yang sangat menakutkan pada suatu
website. Yang lebih parah lagi aku sendirian di rumah karena orang tuaku pergi
ke luar kota. Jadi, Aku menyalakan lampu di kamarku dan pada seluruh koridor
yang menuntunku menuju kamar mandi, itu membuatku merasa lebih baik. Ketika aku
selesai mandi dan kembali. Aku menyalakan lampu kamarku, dan pada saat
bersamaan seekor kucing melompat ke atap rumahku dan membuat suara gaduh di
dekat jendela kamarku. Hal itu membuatku terkaget-kaget.
7. Aku dan isteriku
menghabiskan liburan panjang kami untuk berlibur ke Inggris. Suatu perjalanan
panjang yang harus kami tempuh dari New York menuju ke London. Kami menginap di
suatu hotel di pinggiran kota untuk melepas lelah usai perjalanan. Pada malam
harinya di saat kami tidur, kami terbangun oleh suara bising dari luar. Aku
melihat ke luar jendela dan mendapati bahwa banyak polisi di luar sana. Mereka
berteriak kepadaku bahwa telah terjadi sebuah perampokan dan pembunuhan pada
lantai dua. Aku menginap di lantai tiga, dan melihat polisi telah memblokade
lift dan tangga. Si pembunuh terjebak dan tidak akan bisa turun ataupun naik ke
lantai atas, jadi kami tidak berada dalam bahaya. Aku dan istriku akan kembali
tidur. Aku berharap polisi dapat menangkap pembunuh tersebut.
8. Aku telah bebas
dari penjara minggu lalu. Sebelumnya, aku telah membunuh empat orang, dan aku
juga telah menyesali peerbuatanku. Alasan mereka membebaskanku adalah karena
mereka mengatakan bahwa aku telah sembuh. Ayah dan Ibuku tidak bekerja, mereka
menghabiskan waktunya duduk di ruang keluarga di rumah. Kakak perempuanku
berdiam diri di kamarnya sambil mendengarkan radio. Dia sudah berhenti kuliah.
Sebelum aku masuk penjara, aku selalu bermain bersama adik laki-lakiku setiap
waktu. Sekarang ia hanya tidur di depan televisi. Tak seorangpun dalam
keluargaku bicara kepadaku lagi. Aku merasa kesepian. Aku harus membuat makanan
sendiri dan mulai mencari pekerjaan.
9. Pada akhir perang
di Irak, seorang tentara Amerika menelpon kedua orang tuanya di kampung
halamannya. “Hai Ayah dan Ibu” kata tentara tersebut. “Mereka akan mengirimku
pulang dalam beberapa hari. Ketika aku pulang, maukan kalian mengurusku hanya
untuk beberapa saat saja?”
Orang tuanya merasa sangat senang mendengar berita bahwa anaknya akan pulang ke rumah. “Tentu saja!” balas ayahnya. “Kau bisa tinggal bersama kami selama yang kamu mau”. Lalu anaknya berkata “Salah satu temanku tidak memiliki tempat tinggal untuk dituju, dan apakah Ayah dan Ibu keberatan jika ia ikut tinggal bersama kita sebentar saja?”. “Tidak apa, temanmu selalu kami sambut dengan baik untuk tinggal di rumah” kata Ibunya. “Tetapi ada yang harus kalian ketahui” kata anaknya. “Temanku itu habis menginjak lading ranjau saat kami berperang. Dia kehilangan kedua tangan dan kakinya.”
Setelah berdiam cukup lama Ibunya mengatakan “Baiklah, tidak apa-apa jika hanya beberapa hari, tetapi sangat merepotkan untuk mengurus orang cacat. Itu akan menjadi beban bagi kami. Mungkin akan lebih baik jika kau dapat menemukan rumah sakit untuk sekumpulan veteran perang.” Mendengar hal tersebut, tanpa basa-basi si anak langsung menutup telponnya.
Keesokan harinya, orang tuanya mendapat telepon dari komandan pasukan anaknya. Dengan sangat menyesal ia mengatakan bahwa anaknya bunuh diri. Mendengar kabar tersebut, orang tuanya kecewa. Beberapa hari kemudian, mayat anaknya dipulangkan ke Amerika menuju rumah orang tuanya. Ketika orang tua anak tersebut membuka peti matinya, mereka langsung menjadi sangat sedih dan menangis tersedu-sedu.
Orang tuanya merasa sangat senang mendengar berita bahwa anaknya akan pulang ke rumah. “Tentu saja!” balas ayahnya. “Kau bisa tinggal bersama kami selama yang kamu mau”. Lalu anaknya berkata “Salah satu temanku tidak memiliki tempat tinggal untuk dituju, dan apakah Ayah dan Ibu keberatan jika ia ikut tinggal bersama kita sebentar saja?”. “Tidak apa, temanmu selalu kami sambut dengan baik untuk tinggal di rumah” kata Ibunya. “Tetapi ada yang harus kalian ketahui” kata anaknya. “Temanku itu habis menginjak lading ranjau saat kami berperang. Dia kehilangan kedua tangan dan kakinya.”
Setelah berdiam cukup lama Ibunya mengatakan “Baiklah, tidak apa-apa jika hanya beberapa hari, tetapi sangat merepotkan untuk mengurus orang cacat. Itu akan menjadi beban bagi kami. Mungkin akan lebih baik jika kau dapat menemukan rumah sakit untuk sekumpulan veteran perang.” Mendengar hal tersebut, tanpa basa-basi si anak langsung menutup telponnya.
Keesokan harinya, orang tuanya mendapat telepon dari komandan pasukan anaknya. Dengan sangat menyesal ia mengatakan bahwa anaknya bunuh diri. Mendengar kabar tersebut, orang tuanya kecewa. Beberapa hari kemudian, mayat anaknya dipulangkan ke Amerika menuju rumah orang tuanya. Ketika orang tua anak tersebut membuka peti matinya, mereka langsung menjadi sangat sedih dan menangis tersedu-sedu.
10. Beberapa hari yang
lalu pacarku mengirimkanku e-mail dengan sebuah video sebagai lampirannya.
Ketika ku tonton video tersebut, aku dibuat takut. Video tersebut menayangkan
bagaimana pacarku melakukan bunuh diri, diawali dengan dia mengikatkan tali di
sekitar lehernya dan melompat dari kursi. Mengapa pacarku mengirim sesuatu yang
aneh seperti itu?? Upacara pemakamannya diselenggarakan besok, tetapi karena
alasan tertentu aku tidak mau hadir, tapi aku sangat menyesali kepergiannya.
11. Terdengar laporan
ke New York police Department bahwa bank setempat telah dirampok. Detektif
Elliot Stabler & Detektif Olivia Benson sudah dikirim ke tempat kejadian.
Detektif Stabler yakin perampoknya belum pergi jauh dan memutuskan untuk
mencari di daerah sekitar. Mereka mencari ke tempat Nicole’s Laundromat (tempat
mesin cuci koin), namun tidak berhasil. Lalu mereka mencari ke Broadway Grill,
tempat makan, sekali lagi mereka tak menemukan apa2. Bangunan terdekat
berikutnya adalah Dave’s Digital Photos. Mereka masuk kedalam dan bertanya pada
pemiliknya lalu melihat2 ke sekitar. Mereka tidak menemukan apa2, tapi mereka
melihat ruangan kecil di belakang bangunannya. Ketika Detektif Benson meminta
untuk melihat kedalam, pemiliknya bilang “Itu adalah Darkroom (kamar gelap) ku,
tempat dimana foto2 ku di buat. Jika kamu membuka pintu dan cahaya masuk, itu
akan merusak semua foto2 yang ada di dalam.” Tapi Detektif Benson menjawab,
“Okay, tapi sekarang kami akan menangkapmu. Kamu adalah perampok bank itu, dan
uang itu disembunyikan di bangunan ini.”
12. Seorang gadis
bernama Lily bercerita kepada teman-temannya kalau dia memiliki rahasia gelap
yang telah ia sembunyikan selama bertahun-tahun. Orang tuanya telah dibunuh ketika
ia berusia 15 tahun. Ia mengatakan bahwa kakak laki-lakinya menggila dan dan
menusuk Ayah dan Ibunya hingga tewas.
Teman-temannya terkejut mendengar cerita menyedihkan dari Lily tersebut. “Aku turut prihatin mendengarnya” kata salah satu temannya. “Lalu apa yang terjadi pada kakakmu?”
“Dia langsung dibekuk polisi” kata Lily. “Setelah melalui persidangan, pada akhirnya kakakku dijatuhi hukuman atas pembunuhan dan akan segera di eksekusi mati. Kau tidak akan percaya betapa sulitnya itu. Aku menjalani hidup dengan penuh kesedihan. Aku tidak bisa makan dan tidur, dan segera ingin melupakan kenanganku yang kelam tersebut. Hingga pada akhirnya aku mengalami depresi berat yang benar-benar membuatku gila , bahkan amnesia yang memerlukan waktuku bertahun-tahun untuk pulih dan bisa menjalani hidup serti biasa lagi”
“Apakah kamu pernah menceritakan kisah ini pada orang lain sebelumnya?” Tanya temannya. “Tidak pernah” sahut Lily. “Aku mulai bertanya-tanya, tapi hal tersebut tidak pernah terjawab. Saat aku menemui kakakku sebelum eksekusi matinya, dia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dia tidak pernah menjelaskan mengapa dia membunuh Ayah dan Ibu kita. Dia hanya memandangku dengan senyuman ketika eksekusi matinya dimulai.”
“Mungkin ada cara untukmu bisa mengetahui semua itu” kata salah satu temannya. “Terserah padamu untuk mengikutinya atau tidak, tapi aku kenal dengan seorang peramal . Dia bisa berkomunikasi dengan arwah, dan mungkin bisa membantumu mencari jawaban tersebut.”
Beberapa hari kemudian, Lily memutuskan untuk menemui sang peramal yang disarankan oleh temannya itu, dan berkonsultasi mengenai masa lalunya. Sang peramal mematikan lampunya, menyalakan lilin dan duduk dikursinya sambil menundukkan kepalanya, dan mulai masuk ke alam bawah sadarnya.
“Sekarang tanyakan padaku apapun yang kau inginkan” bisik sang peramal. Lily lantas menanyakan “Apa yang membuat kakakku kehilangan akalnya?.” Dengan suara lirih sang peramal menjawab “Sebenarnya kakak laki-lakimu itu tidak pernah gila. Dia sepenuhnya sadar.”
“Lantas apa yang menyebabkan kakakku membunuh kedua orang tuaku?” Tanya Lily. “Kakakmu sebenarnya hanya bertanggung jawab atas kematian satu orang.” Jawab sang peramal. TIba-tiba Lily menyadari semua itu. Dia lalu meneteskan air mata dan mulai menangis tersedu-sedu.
Teman-temannya terkejut mendengar cerita menyedihkan dari Lily tersebut. “Aku turut prihatin mendengarnya” kata salah satu temannya. “Lalu apa yang terjadi pada kakakmu?”
“Dia langsung dibekuk polisi” kata Lily. “Setelah melalui persidangan, pada akhirnya kakakku dijatuhi hukuman atas pembunuhan dan akan segera di eksekusi mati. Kau tidak akan percaya betapa sulitnya itu. Aku menjalani hidup dengan penuh kesedihan. Aku tidak bisa makan dan tidur, dan segera ingin melupakan kenanganku yang kelam tersebut. Hingga pada akhirnya aku mengalami depresi berat yang benar-benar membuatku gila , bahkan amnesia yang memerlukan waktuku bertahun-tahun untuk pulih dan bisa menjalani hidup serti biasa lagi”
“Apakah kamu pernah menceritakan kisah ini pada orang lain sebelumnya?” Tanya temannya. “Tidak pernah” sahut Lily. “Aku mulai bertanya-tanya, tapi hal tersebut tidak pernah terjawab. Saat aku menemui kakakku sebelum eksekusi matinya, dia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dia tidak pernah menjelaskan mengapa dia membunuh Ayah dan Ibu kita. Dia hanya memandangku dengan senyuman ketika eksekusi matinya dimulai.”
“Mungkin ada cara untukmu bisa mengetahui semua itu” kata salah satu temannya. “Terserah padamu untuk mengikutinya atau tidak, tapi aku kenal dengan seorang peramal . Dia bisa berkomunikasi dengan arwah, dan mungkin bisa membantumu mencari jawaban tersebut.”
Beberapa hari kemudian, Lily memutuskan untuk menemui sang peramal yang disarankan oleh temannya itu, dan berkonsultasi mengenai masa lalunya. Sang peramal mematikan lampunya, menyalakan lilin dan duduk dikursinya sambil menundukkan kepalanya, dan mulai masuk ke alam bawah sadarnya.
“Sekarang tanyakan padaku apapun yang kau inginkan” bisik sang peramal. Lily lantas menanyakan “Apa yang membuat kakakku kehilangan akalnya?.” Dengan suara lirih sang peramal menjawab “Sebenarnya kakak laki-lakimu itu tidak pernah gila. Dia sepenuhnya sadar.”
“Lantas apa yang menyebabkan kakakku membunuh kedua orang tuaku?” Tanya Lily. “Kakakmu sebenarnya hanya bertanggung jawab atas kematian satu orang.” Jawab sang peramal. TIba-tiba Lily menyadari semua itu. Dia lalu meneteskan air mata dan mulai menangis tersedu-sedu.
13. Malam ini sedang
hujan deras sekali. Ketika kami sampai pada suatu tempat, aku menghentikan
mobilku di depan sebuah terowongan. Temanku dan aku pernah mendengar rumor dan
legenda bahwa terowongan ini berhantu. Mereka mengatakan ketika mengendarai mobil
dan melintasi terowongan ini pada malam hari, hal yang aneh akan terjadi. Kami
kemari untuk mengetes keberanian kami dan memastikan bahwa rumor tersebut
benar. Terowongan ini letakknya sangat terpencil dan tidak banyak kendaraan
yang melintas. Suasana angker dan menyeramkan langsung kami rasakan begitu
memasuki terowongan ini. Aku menjalankan mobil dengan pelan, berharap sesuatu
yang aneh benar-benar terjadi, tetapi ketika kita mencapai ujung terowongan
kami tidak melihat sesuatu apapun yang mengerikan. Aku dan temanku kecewa. “Ayo
kita melintas lagi,” kataku. Teman-temanku setuju dan aku memutar mobilku saat
diujung terowongan.
Sekali lagi, kita tidak mengalami hal yang aneh. Aku memutar mobilku di dalam terowongan beberapa kali setiap kali kami hendak mencapai ujung. Setelah empat atau lima putaran, salah satu temanku berkata, “Lebih baik kita pulang saja teman-teman.” Kupikir dia benar, lama-kelamaan kami menjadi bosan, dan suara hujan yang turun ke atap mobil kami semakin lama semakin mengganggu kami.
Akan tetapi ada sesuatu yang aneh dengan nada bicara temanku tersebut. Tepat sebelum kami keluar terowongan, kuhentikan mobilku dan melihat kebelakang. Aku menyadari bahwa salah satu temanku tersebut menggigil dan terlihat ketakutan. Teman-temanku yang lain menatapnya dan bertanya “Apa yang salah denganmu? Apakah kamu melihat sesuatu?” Lalu ia berkata “Apa kamu tidak mendengarnya?” “Mendengar apa?” kataku. Setelah terdiam cukup lama, ia mengatakan “Hujan, suara hujan….!”
Sekali lagi, kita tidak mengalami hal yang aneh. Aku memutar mobilku di dalam terowongan beberapa kali setiap kali kami hendak mencapai ujung. Setelah empat atau lima putaran, salah satu temanku berkata, “Lebih baik kita pulang saja teman-teman.” Kupikir dia benar, lama-kelamaan kami menjadi bosan, dan suara hujan yang turun ke atap mobil kami semakin lama semakin mengganggu kami.
Akan tetapi ada sesuatu yang aneh dengan nada bicara temanku tersebut. Tepat sebelum kami keluar terowongan, kuhentikan mobilku dan melihat kebelakang. Aku menyadari bahwa salah satu temanku tersebut menggigil dan terlihat ketakutan. Teman-temanku yang lain menatapnya dan bertanya “Apa yang salah denganmu? Apakah kamu melihat sesuatu?” Lalu ia berkata “Apa kamu tidak mendengarnya?” “Mendengar apa?” kataku. Setelah terdiam cukup lama, ia mengatakan “Hujan, suara hujan….!”
14. Aku hidup di
Osaka, Jepang dan sering menggunakan kereta bawah tanah untuk pergi bekerja
pada pagi hari. Pada suatu hari, ketika aku sedang menunggu kereta, aku
memperhatikan seorang pengemis berdiri pada sudut stasiun, bergumam pada
dirinya sendiri ketika orang-orang melintas di depannya. Dia menggenggam sebuah
mangkok sambil mengharap belas kasihan orang lain.
Seorang wanita gendut melintas didepannya dan dengan jelas bisa kudengar pengemis itu mengatakan “Babi.”
Wow, aku berpikir pada diriku sendiri. Pengemis ini mengejek orang dan masih mengharap belas kasihan dari mereka?.
Kemudian seorang karyawan berbaju rapi melintas didepannya, dan pengemis itu mengatakan “Manusia.”
Manusia? Aku tidak bisa membantahnya, jelas-jelas dia adalah manusia.
Keesokan harinya, aku tiba di stasiun lebih awal, dan memutuskan untuk berdiri didekat pengemis itu, dan mendengarkan gumaman anehnya. Lalu seorang pria kurus berjalan didepannya dan pengemis itu berkata “Sapi”
Sapi? Pikirku. Orang ini terlalu kurus untuk disebut sapi. Dia lebih terlihat seperti ayam bagiku.
Beberapa menit kemudian, seorang pria gendut melintas dan pengemis mengatakan, “Kentang”
Kentang? Aku mengira dia akan memanggil orang-orang gendut “Babi”
Pada hari itu, saat bekerja, aku tidak dapat berhenti memikirkan tentang pengemis itu dan kata-katanya yang membingungkan. Mungkin dia memiliki kemampuan aneh, pikirku. Aku menyelidiki tentang pengemis itu berkali-kali, saya sering mendengar dia memanggil orang-orang dengan “Ikan” atau “Kambing” atau “Jagung” atau “Tomat”.
Suatu hari rasa ingin tauku sudah tidak tertahankan lagi, dan aku memutuskan untuk menanyakan langsung padanya. Aku mencoba untuk melintas didepannya, dia melihat ke arahku dan mengatakan “Roti.” Aku memberikan recehan pada mangkuknya dan menanyakannya apakah ia memiliki semacam kemampuan fisik.
Pengemis itu tersenyum dan mengatakan, “Ya, memang. Aku memiliki kemampuan untuk mengetahui apa yang terakhir orang makan ketika mereka melintas didepanku”. Aku tertawa karena aku menyadari bahwa ia benar. Dia mengatakan “Roti”. Hal terakhir yang aku makan saat sarapan sebelum aku berangkat kerja hari ini. Setelah itu aku pergi dan berhenti untuk mengamatinya lagi.
Seorang wanita gendut melintas didepannya dan dengan jelas bisa kudengar pengemis itu mengatakan “Babi.”
Wow, aku berpikir pada diriku sendiri. Pengemis ini mengejek orang dan masih mengharap belas kasihan dari mereka?.
Kemudian seorang karyawan berbaju rapi melintas didepannya, dan pengemis itu mengatakan “Manusia.”
Manusia? Aku tidak bisa membantahnya, jelas-jelas dia adalah manusia.
Keesokan harinya, aku tiba di stasiun lebih awal, dan memutuskan untuk berdiri didekat pengemis itu, dan mendengarkan gumaman anehnya. Lalu seorang pria kurus berjalan didepannya dan pengemis itu berkata “Sapi”
Sapi? Pikirku. Orang ini terlalu kurus untuk disebut sapi. Dia lebih terlihat seperti ayam bagiku.
Beberapa menit kemudian, seorang pria gendut melintas dan pengemis mengatakan, “Kentang”
Kentang? Aku mengira dia akan memanggil orang-orang gendut “Babi”
Pada hari itu, saat bekerja, aku tidak dapat berhenti memikirkan tentang pengemis itu dan kata-katanya yang membingungkan. Mungkin dia memiliki kemampuan aneh, pikirku. Aku menyelidiki tentang pengemis itu berkali-kali, saya sering mendengar dia memanggil orang-orang dengan “Ikan” atau “Kambing” atau “Jagung” atau “Tomat”.
Suatu hari rasa ingin tauku sudah tidak tertahankan lagi, dan aku memutuskan untuk menanyakan langsung padanya. Aku mencoba untuk melintas didepannya, dia melihat ke arahku dan mengatakan “Roti.” Aku memberikan recehan pada mangkuknya dan menanyakannya apakah ia memiliki semacam kemampuan fisik.
Pengemis itu tersenyum dan mengatakan, “Ya, memang. Aku memiliki kemampuan untuk mengetahui apa yang terakhir orang makan ketika mereka melintas didepanku”. Aku tertawa karena aku menyadari bahwa ia benar. Dia mengatakan “Roti”. Hal terakhir yang aku makan saat sarapan sebelum aku berangkat kerja hari ini. Setelah itu aku pergi dan berhenti untuk mengamatinya lagi.
15. Di sebuah ruangan
tanpa jendela yang terkunci dari dalam, seorang pria ditemukan mati gantung
diri. Kakinya tidak menyentuh lantai. Ruangan nya benar2 kosong. Tidak ada
meja, kursi atau apapun disana selain pria dan tali yang menggantung di
langit2. Hanya ada genangan air di bawah kakinya. bagaimana cara pria itu bunuh
diri masih belum diketahui.
16. Ada seorang pria
kaya yang tinggal di rumah mewah dengan istri dan para pembantunya. Pada minggu
pagi pria tersebut mati dibunuh di ruang kerja nya. Polisi datang untuk
menanyai istri dan para pembantunya. Istrinya bilang dia sedang tidur di ruang
tidur pada waktu pembunuhan. koki nya bilang sedang di dapur, menyiapkan
sarapan. Kepala pelayannya bilang sedang di ruang makan, membersihkan peralatan
makan. Pembantu nya bilang sedang di jalan mengambil surat. Sedangkan tukang
kebun nya bilang sedang di kebun memetik sayuran. Polisi langsung mengetahui
siapa pembunuhnya.
17. Aku pikir mungkin
akan menarik untuk mengambil beberapa foto hantu di bangunan kosong didekat ku.
Ada sebuah ruangan di lantai atas yang di gosipkan angker. Aku atur kameraku di
tripod supaya aku bisa mendapat gambar seluruh bangunan di dalam fotonya.
Setelah kameraku mengambil 3 kali foto, aku meninggalkan bangunan itu dan
pulang.
Malam itu waktu ku duduk dan melihat foto2 nya, tiba2 bulu kudukku berdiri. Tidak ada yang aneh di kedua foto pertama, tapi di foto ke3 aku melihat wajah yang terlihat menyeramkan ada di jendela kamar paling atas.
Kamu bisa bayangkan bagaimana ketakutannya aku pada waktu itu. Jadi, besok siang nya aku hubungi teman2ku dan meminta mereka untuk menemaniku kembali ke bangunan kosong tersebut. Kami masuk kedalam bangunan itu dan pelan2 menaiki tangga menuju lantai atas. Aku sangat siap untuk lari apabila kami melihat sesuatu yang aneh. Ketika temanku membuka pintu kamar nya, mereka mulai tertawa. Ternyata itu bukan hantu sama sekali. Itu hanya sebuah boneka usang yang berada di jendela.
Lega sekali mengetahui itu. Aku kira aku mempunyai foto hantu asli di tanganku.
Malam itu waktu ku duduk dan melihat foto2 nya, tiba2 bulu kudukku berdiri. Tidak ada yang aneh di kedua foto pertama, tapi di foto ke3 aku melihat wajah yang terlihat menyeramkan ada di jendela kamar paling atas.
Kamu bisa bayangkan bagaimana ketakutannya aku pada waktu itu. Jadi, besok siang nya aku hubungi teman2ku dan meminta mereka untuk menemaniku kembali ke bangunan kosong tersebut. Kami masuk kedalam bangunan itu dan pelan2 menaiki tangga menuju lantai atas. Aku sangat siap untuk lari apabila kami melihat sesuatu yang aneh. Ketika temanku membuka pintu kamar nya, mereka mulai tertawa. Ternyata itu bukan hantu sama sekali. Itu hanya sebuah boneka usang yang berada di jendela.
Lega sekali mengetahui itu. Aku kira aku mempunyai foto hantu asli di tanganku.
18. Disana ada seorang
pria tua yang tinggal sendirian. Ia merasa sangat lelah ketika ia ingin pergi
kekamar mandi. Ketika keluar dari kamar mandi, ia mematikan lampu sebelum pergi
tidur. Pagi harinya ia mendengar berita lewat radio bahwa ada kapal laut yang
menabrak karang. Pria itu menyesal lalu membuka jendela dan melompat terjun
dari tempat tinggalnya itu.
19. Waktu itu aku
mengantar pizza ke sebuah bangunan apartemen tua di wilayah yang buruk di kota
ini. Ketika aku tekan tombol elevator, pintunya terbuka dengan cepatnya. Tiba2
seorang wanita berlari keluar, menjerit, dengan ekspresi yg gila di wajahnya.
Dia berlari keluar bangunan sebelum aku bisa berkata apa2 padanya. Aku melihat
ke dalam elevator hanya untuk memastikan tidak ada pembunuh yang menyeramkan
didalamnya. Nope, nothing.. sama sekali tidak ada apa2 di dalamnya. Akhirnya
aku hanya menaiki tangga.
20. Ada 2 gadis kembar
identik, bernama Mandy & Melissa. Mereka tinggal bersama orangtua &
saudara laki2 nya di sebuah rumah mewah di tepi kota. Semua orang cemburu
kepada ke2 gadis itu karena ayahnya sangat kaya dan akan membelikan apapun yang
mereka mau.
Di satu malam yang kelam, ke2 gadis itu diculik. Mata mereka sudah tertutup dan terikat dikursi ketika mereka terbangun. Mereka ber2 sangat ketakutan dan mulai menangis.
Tiba2, Mandy mendengar seseorang berbisik di telinganya. Itu adalah penculiknya.
“Aku sudah menghubungi orangtuamu dan aku menuntut uang tebusan 1 juta dollar.” Dia bilang “Jika kamu kabur, aku akan bunuh Melissa.”
Lalu Melissa mendengar penculiknya berbisik di telinganya.
“Aku sudah menghubungi orangtuamu dan aku menuntut uang tebusan 1 juta dollar.” Dia bilang “Jika kamu kabur, aku akan bunuh Mandy.”
Di satu malam yang kelam, ke2 gadis itu diculik. Mata mereka sudah tertutup dan terikat dikursi ketika mereka terbangun. Mereka ber2 sangat ketakutan dan mulai menangis.
Tiba2, Mandy mendengar seseorang berbisik di telinganya. Itu adalah penculiknya.
“Aku sudah menghubungi orangtuamu dan aku menuntut uang tebusan 1 juta dollar.” Dia bilang “Jika kamu kabur, aku akan bunuh Melissa.”
Lalu Melissa mendengar penculiknya berbisik di telinganya.
“Aku sudah menghubungi orangtuamu dan aku menuntut uang tebusan 1 juta dollar.” Dia bilang “Jika kamu kabur, aku akan bunuh Mandy.”
21. Seorang pria
sedang bekerja di gudang peralatannya ketika anaknya datang dan menangis.
“Ada apa nak?” tanya ayahnya.
“yah,, tadi aku bermain kelereng bersama teman2 disekolah,” rintih anak kecil itu “salah satu temanku memasukan bola bearing kedalam telingaku dan tidak mau keluar.”
“Tidak usah khawatir nak,” ujar ayahnya “Ayah yakin punya sesuatu disini yang bisa membuat bola itu keluar.”
Hobi favorit ayahnya adalah sains dan pekerjaan pertukangan. Di bengkel nya penuh dengan macam2 alat juga penemuan2. Matanya mulai melihat kesekitar gudang peralatannya sampai dia menemukan sebuah alat elektro-magnet super kuat yang dia buat sendiri.
Ayahnya berkata “Mesin ini adalah magnet nak, bola bearingnya terbuat dari logam, jadi ketika ayah menyalakan mesinnya, bola bearing nya akan tertarik dan keluar dari telingamu.”
Akhirnya sang ayah menempatkan telinga anaknya berhadapan dengan mesinnya. dia menyalakan saklarnya dan lalu terdengar suara dentangan yang sangat nyaring tanda bolanya sudah keluar dan menempel di magnet.
Dan anaknya bertekuk lutut ke lantai, terbunuh seketika.
“Ada apa nak?” tanya ayahnya.
“yah,, tadi aku bermain kelereng bersama teman2 disekolah,” rintih anak kecil itu “salah satu temanku memasukan bola bearing kedalam telingaku dan tidak mau keluar.”
“Tidak usah khawatir nak,” ujar ayahnya “Ayah yakin punya sesuatu disini yang bisa membuat bola itu keluar.”
Hobi favorit ayahnya adalah sains dan pekerjaan pertukangan. Di bengkel nya penuh dengan macam2 alat juga penemuan2. Matanya mulai melihat kesekitar gudang peralatannya sampai dia menemukan sebuah alat elektro-magnet super kuat yang dia buat sendiri.
Ayahnya berkata “Mesin ini adalah magnet nak, bola bearingnya terbuat dari logam, jadi ketika ayah menyalakan mesinnya, bola bearing nya akan tertarik dan keluar dari telingamu.”
Akhirnya sang ayah menempatkan telinga anaknya berhadapan dengan mesinnya. dia menyalakan saklarnya dan lalu terdengar suara dentangan yang sangat nyaring tanda bolanya sudah keluar dan menempel di magnet.
Dan anaknya bertekuk lutut ke lantai, terbunuh seketika.
22. Emily mencoba
untuk berkonsentrasi lagi ke buku pelajarannya ketika dia samar2 mendengar
suara jejak langkah. Saat Emily keluar kamarnya dan melihat kesekeliling tiba2
ada yang mencengkram lehernya. Emily mencoba untuk berteriak tapi tidak bisa
karena penyusup itu menekan tenggorokannya.
“Berikan semua uangmu!” ujar penyusup itu sambil menggeram.
“Di..Disana bukan di..sini! Tolong lepaskan aku!” seru Emily.
“JANGAN BOHONG!” teriak si penyusup semakin gelisah.
Emily merasa si penyusup itu semakin kuat mencengkram lehernya. Dia tidak bisa berkata apa2 dan beberapa detik berlalu dengan keheningan tiba2 telepon berdering.
“Orang akan curiga kalau aku tidak menjawab telpon,” ujar Emily, dengan nada suara yang terkontrol. Penyusup itu melepaskannya.
“Baiklah, tapi jangan macam2 denganku!” teriak penyusup itu. Emily segera menuju telpon. Dia mengambil nafas dalam2 dan mencoba menenangkan dirinya. Lalu dia angkat telponnya.
“Hai Em! Bagaimana revisinya?” Tanya si penelepon.
“Hey Anna. Terima kasih sudah menelpon. Hei, kamu ingat catatan Sains yang aku pinjamkan minggu lalu? Aku butuh catatan itu. Aku akan sangat tertolong jika kamu bisa mengembalikannya besok, darurat sekali. Tolong cepat temukan catatannya. Aku harus kembali belajar sekarang. Bye,” ujar Emily, lalu dia menutup telponnya. Sambil melepaskan cengkraman di leher Emily. Emily menghela nafas dalam2 dan hampir terjatuh. Dia menelan ludah dan berdoa dalam hati. Berjalan perlahan, menuju kamar ayahnya. Tiba2, mereka mendengar sirene mobil polisi. Penyusup kaget, seketika dia berlari ke jendela terdekat dan melompat keluar.
Emily pun berlari keluar untuk melihat si penyusup tertangkap dan di bawa ke mobil polisi. Dia melihat Anna dan berlari ke arahnya lalu memeluknya erat.
“Anak pintar,” ujar polisi.
“Berikan semua uangmu!” ujar penyusup itu sambil menggeram.
“Di..Disana bukan di..sini! Tolong lepaskan aku!” seru Emily.
“JANGAN BOHONG!” teriak si penyusup semakin gelisah.
Emily merasa si penyusup itu semakin kuat mencengkram lehernya. Dia tidak bisa berkata apa2 dan beberapa detik berlalu dengan keheningan tiba2 telepon berdering.
“Orang akan curiga kalau aku tidak menjawab telpon,” ujar Emily, dengan nada suara yang terkontrol. Penyusup itu melepaskannya.
“Baiklah, tapi jangan macam2 denganku!” teriak penyusup itu. Emily segera menuju telpon. Dia mengambil nafas dalam2 dan mencoba menenangkan dirinya. Lalu dia angkat telponnya.
“Hai Em! Bagaimana revisinya?” Tanya si penelepon.
“Hey Anna. Terima kasih sudah menelpon. Hei, kamu ingat catatan Sains yang aku pinjamkan minggu lalu? Aku butuh catatan itu. Aku akan sangat tertolong jika kamu bisa mengembalikannya besok, darurat sekali. Tolong cepat temukan catatannya. Aku harus kembali belajar sekarang. Bye,” ujar Emily, lalu dia menutup telponnya. Sambil melepaskan cengkraman di leher Emily. Emily menghela nafas dalam2 dan hampir terjatuh. Dia menelan ludah dan berdoa dalam hati. Berjalan perlahan, menuju kamar ayahnya. Tiba2, mereka mendengar sirene mobil polisi. Penyusup kaget, seketika dia berlari ke jendela terdekat dan melompat keluar.
Emily pun berlari keluar untuk melihat si penyusup tertangkap dan di bawa ke mobil polisi. Dia melihat Anna dan berlari ke arahnya lalu memeluknya erat.
“Anak pintar,” ujar polisi.
23. Seorang Eksekutif
pergi melakukan perjalanan bisnis yang panjang. Sebelum dia pergi dia meminta
sekretarisnya untuk mengirim kembali semua surat yang yang masuk ke kantornya
kepada Eksekutif itu selama dia tidak ada di sana. Namun, ternyata dia lupa
untuk memberikan kunci kotak surat kepada sekretarisnya. Ketika dia menyadari
kesalahannya, dia mengirimkan kunci itu ke kantornya agar si sekretarisnya bisa
mengirimkan surat2nya. Tapi ternyata sekretarisnya tidak mengirimkan surat2nya.
Eksekutif itu marah dan menelpon kantornya, berencana untuk memecat si
sekretaris. Namun, sekretarisnya bisa menjelaskan kepadanya kenapa dia tidak
mengirimkan surat2nya. Eksekutif itu akhirnya sadar dan meminta maaf.
24. Dimalam yang
dingin di akhir bulan maret. Seorang pria sedang menunggu didepan ruang
persalinan.
“Ya Tuhan, selamatkan istri dan anakku.” Istrinya sedang bersalin dan ia takut jika terjadi sesuatu saat istrinya diruang operasi.
Semalaman ia berdoa untuk istrinya dan anaknya yang akan lahir. Setelah rasa sunyi yang seperti abadi, pintu ruangan terbuka. Dan dokter muncul dari dalamnya berkata, “Ini sangat rumit tapi operasi berjalan lancar, istrimu dan anakmu telah selamat. Pria itu menangis bahagia. Menerobos masuk keruang persalinan.
Akan tetapi yang ia lihat adalah istrinya yang bersimbah darah ditempat tidur, lalu bayinya yang tergeletak dilantai. “April Fools!” teriak sang dokter dibelakangnya.
“Ya Tuhan, selamatkan istri dan anakku.” Istrinya sedang bersalin dan ia takut jika terjadi sesuatu saat istrinya diruang operasi.
Semalaman ia berdoa untuk istrinya dan anaknya yang akan lahir. Setelah rasa sunyi yang seperti abadi, pintu ruangan terbuka. Dan dokter muncul dari dalamnya berkata, “Ini sangat rumit tapi operasi berjalan lancar, istrimu dan anakmu telah selamat. Pria itu menangis bahagia. Menerobos masuk keruang persalinan.
Akan tetapi yang ia lihat adalah istrinya yang bersimbah darah ditempat tidur, lalu bayinya yang tergeletak dilantai. “April Fools!” teriak sang dokter dibelakangnya.
25. Kamu sudah
berpacaran dengan kekasihmu untuk beberapa waktu yang lama. Kau sering
terlambat pulang dimusim panas. Atau saat liburan dimana keluargamu sudah
terlelap saat kamu sampai. Setiap malam kau berkendara pulang dari rumahnya,
tapi kau mempunyai perasaan buruk selalu saat tiba dirumah melihat keluargamu
ternyata terbunuh atau semacamnya. Mimpi buruk yang selalu menghantuimu saat
kau tidak berada disana.
Bagaimanapun, kau tertawa kecil pada kecemasan seperti itu sebelum kau tertidur. Suatu waktu, kau menceritakan kecemasan ini pada ibumu dimeja makan. Ibumu hanya terlihat terkejut dan mengibaskan rambut panjang didahinya. “Oh sayang, kau tahu kita sudah tertembak dua tahun lalu.”
Bagaimanapun, kau tertawa kecil pada kecemasan seperti itu sebelum kau tertidur. Suatu waktu, kau menceritakan kecemasan ini pada ibumu dimeja makan. Ibumu hanya terlihat terkejut dan mengibaskan rambut panjang didahinya. “Oh sayang, kau tahu kita sudah tertembak dua tahun lalu.”
26. Ada sebuah
kasus pembunuhan di sebuah ruang pesta, korban seorang dokter berkebangsaan
inggris yang bernama Roland,sesaat sebelum kematian korban lampu di sana mati,
korban ditikam menggunakan sebuah pisau pemotong roti. Korban sempat berlari, mengambil
senter dan mengarahkan senter tersebut pada seseorang, namun aku hanya melihat
kilauan sebuah cahaya tapi tidak tampak wajah pelaku. Saat lampu menyala korban
memegang sebuah sendok di salah satu tangannya, dan satu tangannya lagi
memegang matanya.
Korban sempat menulis
huruf dn simbol dengan darahnyya di lantai, on=rt, tak lama pisau pembunuhan
juga ditemukan, dan ada sidik jari dari 12 orang yang semuanya saling kenal dan
tisu berlumuran darah.
Setelah diselidiki didapatkan 12 orang, dan salah satunya adalah tersangka, dari profesi, jenis kelamin, dan benda yang dipakai saat itu berbeda satu sama lain. Berikut rinciannya :
1. Dr. Robert seorang spesialis mata: kemeja , dasi, jam tangan, sepatu.
2. Dr. Linda seorang dokter bedah : dia memakai stocking, sarung tangan, anting, kalung, gaun, sepatu high heels.
3.Dr. Will seorang dokter psikologi, dia memakai, kemeja, syal putih, dasi, jam tangan, sepatu.
4.Ginny seorang juru masak, dia memakai gaun, anting-anting, sepatu high heels.
5. Ulfia seorang atlet tembak, dia memakai gaun, high heels, syal, dan anting-anting.
6. CC seorang manager, dia memakai gaun, jam tangan, sarung tangan, syal, dan kalung.
7.Bort seorang petugas listrik, dia memakai kaos, jam tangan, dan perban pada tangannya.
8. Rogue seorang Masinis, dia memakai jas, sarung tangan dan jam tangan.
9. Elsta seorang perawat, dia memakai anting, gaun, sarung tangan, kalung, high heels.
10. Aqua seorang tukang pos, memakai penutup mata, sepatu, dan kaos.
11. Jason seorang petugas kebersihan, memakai kaos, jam tangan dan sepatu.
12. Apollo seorang pengacara, dia memakai sepatu, kemeja, jam tangan, syal.
Setelah diselidiki didapatkan 12 orang, dan salah satunya adalah tersangka, dari profesi, jenis kelamin, dan benda yang dipakai saat itu berbeda satu sama lain. Berikut rinciannya :
1. Dr. Robert seorang spesialis mata: kemeja , dasi, jam tangan, sepatu.
2. Dr. Linda seorang dokter bedah : dia memakai stocking, sarung tangan, anting, kalung, gaun, sepatu high heels.
3.Dr. Will seorang dokter psikologi, dia memakai, kemeja, syal putih, dasi, jam tangan, sepatu.
4.Ginny seorang juru masak, dia memakai gaun, anting-anting, sepatu high heels.
5. Ulfia seorang atlet tembak, dia memakai gaun, high heels, syal, dan anting-anting.
6. CC seorang manager, dia memakai gaun, jam tangan, sarung tangan, syal, dan kalung.
7.Bort seorang petugas listrik, dia memakai kaos, jam tangan, dan perban pada tangannya.
8. Rogue seorang Masinis, dia memakai jas, sarung tangan dan jam tangan.
9. Elsta seorang perawat, dia memakai anting, gaun, sarung tangan, kalung, high heels.
10. Aqua seorang tukang pos, memakai penutup mata, sepatu, dan kaos.
11. Jason seorang petugas kebersihan, memakai kaos, jam tangan dan sepatu.
12. Apollo seorang pengacara, dia memakai sepatu, kemeja, jam tangan, syal.
Didekat korban
ditemukan tisu yang berlumuran darah dan pisau yang digunakan untuk menusuk
korban.
Dengan dying message (pesan kematian) yang ditinggalkan korban, dan juga mengabaikan motiv pembunuhan, siapakah pelaku yang dimaksud oleh korban.
Dengan dying message (pesan kematian) yang ditinggalkan korban, dan juga mengabaikan motiv pembunuhan, siapakah pelaku yang dimaksud oleh korban.
27. Sherlock
Holmes diminta bantuannya oleh pihak kepolisian. Kasus kali ini adalah
pembunuhan seorang mahasiswa kaya jurusan bahasa inggris. Ada 4 orang tersangka
a. Sisca seorang guru
berumur 50thn. Beliau sudah bekerja selama 10thn. Beliau sangat meyukai korban
atas bakat yang dimilikinya.
b. Michele umur 21 th
mahasiswi jurusan seni, seorang pianist yang sangat berbakat, dikatakan dia
memiliki hubungan dengan korban
c. Tony 25 th temen
sang korban yang memiliki hutang akibat berjudi.
d. Rudolf 40 th satpam
universitas. dia pernah melihat sang korban melakukan pelecahan terhadap bbrp
mahasiswi di universitas tersebut.
Ada sebuah surat
kematian yang ditemukan & bisa menujukan identitas pelaku ;
I am a 7 letter word
123 is a liquid
3456 is a pain
567 is a girl
67 is a section in
hospital
Hanya sepuluh menit
Sherlock holmes mengetahui pembunuhnya Siapakah dia?
28. Los angles,
18 desember 2009
Sherlock holmes
berusaha memecahkan misteri pembunuhan seorang atlet senam 2 bulan yang lalu.
korban di temukan tewas di tempat latihannya. sherlock holmes mencurigai 4
orang rekan sesama atletnya.
a. Mitch (Atlet
anggar) : saya sedang mengikuti lomba anggar tahunan di jepang waktu itu
b. Doby (atlet basket)
: Saya sedang di london waktu itu, sedang memulihkan cidera otot saya
c. Michael (atlet sky)
: Saya sedang ikut lomba di Jepang waktu itu
d. Ronald (atlet
senam) : dia saingan terberat saya, tapi saya tidak mungkin membunhunya
Hanya beberapa menit
Sherlock holmes mengetahui pembunuhnya Siapakah dia?
29. Bandung :
Sabtu, 16 maret 2010
Di suatu desa di daerah bandung, ada kasus pembunuhan yang
menewaskan seoranganak.Sang korban di ketahui benama Andik ,ia berasal
dari sekolah Budi asih, kelas 8A. ia dikenal nakal dan sering bolos. polisi
mencoba menangkap sang pelaku, namun ia tidak memiliki petunjuk, oleh karena
itu, ia mengintrogasi orang² yang dekat dengan korban.
Ayah korban : saya
ayahnya tidak mungkin saya membunuhnya, ia anak kandung saya!
Teman korban : saya
sedang sekolah, dan saya tidak melihat ia di sekolah, mungkin ia bolos.
Guru korban : saya
tidak tahu, saya sedang di rumah orang tua saya.
Mantan pacar korban :
meskipun saya baru diputuskan secara sepihak oleh Andik, saya tidak dendam
kepadanya.
dari keterangan di
atas, bisakah anda menemukan pembunuhnya.?
30. suatu hari
terjadi pembunuhan di sekolah, korban bernama Robson. Sesaat sebelum
tewas ia menulis surat “kamu hanya perlu mengetahui huruf tengah dari namanya,
dia pembunuh.” polisi mencurigai 4 orang yaitu;
thomas : teman korban
di rumah
andy : teman korban di
sekolah
rendy : kapten basket
di sekolah
rina : mantan pacar
korban..
siapa pembunuhnya..?
31. seorang guru
komputer ditemukan tewas di tempat duduknya, di hadapan korban terdapat sebuah
laptop yg menyala,, pada layar ditemukan sebuah tulisan yang mengarahkan pada
pelaku,, tulisan yang terdapat dilayar tersebut adalah
” I’m not I, I’m
beside U”, juga d samping tulisan tsb ada sebuah panah yang menunjuk pada gambar
papan dan sebuah kunci.
Tersangkanya adalah :
a : hilman seorang
penjaga sekolah ,
b : ono seorang guru
bhsa indo yang tmpt duduk di sebelah kanan korban,
c : yudii seorng guru
komputer yng tmpat duduknya di belakang korban ,
d : denny guru bahasa
inggris yang tmpt duduknya d sebelah kiri korban..
siapa
pembunuhnya ..?
32. Seorang anak
cerdas bernama Smith tewas misterius setelah menonton film Harry potter.
Ia anak cerdas, diantara darahnya ada sebuah kutipan di dinding
“Inisial = Kau – tahu
– siapa”
polisi mencurigai
beberapa orang yang beberapa saat diketahui bersama Smith ;
·
Andy : teman korban, menonton harry potter bersama Smith tapi
tidak sampai selesai
·
Darrent : kakak korban, Smith memakai DVD Darrent untuk menonton
film
·
Vina : ibu korban , Vina mengalami sedikit gangguan kejiwaan
·
Robert : teman korban, mereka musuhan di sekolah
·
Ari : paman korban, sempat ada yang melihat mereka ngobrol
bersama sebelum Smith tewas
Siapa pembunuhnya…..?
33. Kasus
pembunuhan terjadi di salah satu SMK di Bekasi. Korban bernama Dini, murid
cerdas kelas XII akuntansi. Polisi tidak menemukan jejak si pembunuh. Hanya ada
sedikit tulisan di buku sejarah Dini..
” X = bekerja ”
” Y = bermain ”
” Z = Tutup mulut ”
Polisi mulai
mencurigai beberapa orang² yang dekat dengan korban yaitu;
·
Albert = mantan pacar korban yang sempat mengajak kencan sesaat
setelah di putuskan.
·
Adam = teman korban yang bekerja di salah satu stasiun radio
ternama.
·
Desty = sahabat Dini yang mengetahui semua rahasia Dini.
·
Yessi = orang yang diketahui mempunyai masalah dengan Dini
akhir” ini.
·
Dina = kakak korban yang sempat beradu mulut dengan korban
dengan alasan yang tidak jelas.
Siapa pembunuhnya..?
34. Sebuah pesan
misterius entah dari siapa tiba² ditemukan di kebun milik pak Sugih. Di kebun
tersebut ada banyak jenis hewan dan tumbuhan langka. Pesan misterius tersbut
berisi ancaman untuk pak Sugih bahwa pengrimnya akan mencuri hewan²nya. sebuah
paket berisi bambu sepanjang 10cm, dan sebuah surat yang berisi
“Aku Mr.Vhfuhw.
Bersiaplah kehilangan hewan² mu, aku akan mengambil @!@( milikmu.
dan satu lagi hewan yang tidak pernah ku sentuh dia hanya ada di pulaunya. Ini
tidak seperti permainan jigsaw Hahaha.”
Siapa si pencuri
hewan.?
hewan apa saja yang
akan di curinya, dan akan dibawa kemana hewan² tersebut.?
35. 15, April
2013
Suatu pembunuhan
misterius terjadi di Bogor. Mahasiswi IPB tewas di belakang kampusnya. banyak
percikan darah. dan di temukan juga pisau entah milik siapa. Barang berharga
milik korban tidak ada yang hilang seperti HP, laptop, dan lainnya. Di dinding
belakang kampus ada sebuah noda yang di duga kode. kode tersebut
adalah noda seperti garis dan dua titik ( _ . . ) polisi telah
mencurigai beberapa orang yang sempat dekat dengan korban yaitu;
·
Irina : teman sekampus korban.
·
Deni : pacar korban.
·
Lina : kakak korban.
·
Beni : teman lelaki korban.
·
Perampok
Siapa pembunuhnya..?
36. Seorang anak
berusia 6 tahun bernama Robi tewas misterius di rumahnya. Saat itu ibu korban
sedang belanja, dan korban ditinggalkan dengan kakaknya Anto 16 tahun. Kakaknya
mengaku sedang menelpon mantan kekasihnya Dina saat kejadian. Di dekat korban
ditemukan gelang pemberian dari dina untuk anto yang sempat hilang beberapa
hari sebelum kejadian. Di tubuh korban juga ada surat kecil berisi,
“Aku adalah huruf keempat
alfabet inggris, jika kau pintar kau akan menangkapku. Dan ku harap kau
bodoh.”
polisi mencurigai
beberapa orang.
·
Ibu korban : Ibunya tidak biasa meninggalkan korban bersama
kakaknya.
·
Anto : Ia iri karena ibunya terlalu memanjakan adiknya, dan ia
baru saja dituduh berselingkuh oleh Dina.
·
Dina : Ia sangat kesal karena mendengar anto selingkuh dari
Gina, mungkin ia ingin membalas Anto dengan ini.
·
Gina : Sejak cintanya kepada Anto bertepuk sebelah tangan,
semenjak itulah gina sangat membenci anto.
Siapakah pembunuhnya…?
37. Pada suatu
malam dengan hujan yang sangat deras dan berangin kencang, sepasang suami istri
sedang memacu mobilnya sangat kencang. Tiba-tiba disebuah jalan yang sepi
mobilnya rusak dan suaminya harus pergi keluar mencari bantuan. Dia khawatir
untuk meninggalkan istrinya sendirian di mobil, jadi dia menutup jendelanya dan
mengunci mobilnya sebelum pergi. Ketika dia kembali, mobilnya masih dalam
keadaan yang sama seperti sebelum dia tinggalkan. Tapi di dalam, istrinya sudah
mati, banyak darah di lantai dan juga dia melihat seseorang yang belum pernah
dia lihat sebelumnya.
Apa yang terjadi?
38. Satu malam, Sherlock Holmes sedang menonton TV
dirumahnya. Tiba-tiba sebuah bola sepak masuk melalui jendelanya dan merusak
kaca jendelanya. Dia bangun dan melihat keluar jendela, pada saat itu pula dia
melihat anak-anak tetangganya sedang berlarian dan kabur. Nama anak-anak itu
adalah Mark Benson, Steve Benson dan Stark Benson. Hari berikutnya Holmes
mendapat catatan di pintunya yang tertulis ” ? Benson broke your window “.
Menurut catatan itu
anak yang manakah dari ke 3 Benson yang harus Holmes tanyai tentang kejadian
itu?
39. Ada sesuatu yang
menarik pada tanggal 6 May 1978, jam 12:34AM.
Apa itu?? ……………………………………………………………………………………………
…………….
Detektif Holmes sedang
meninjau informasi yang dia dapatkan pada kasusnya sejauh ini.
Seorang wanita ditemukan mati ditembak dan Holmes sudah
mempunyai daftar tersangkanya. Yaitu John, Mark, Sarah, Henry dan Carol.
Ditambah lima catatan yang diketahui berasal dari pembunuhnya. Catatan pertama
ditemukan di Supply room. Yang ke2 ditemukan di Art room.
Yang ke3 di Restroom. Yang ke4 di Animal shelter(Penampungan binatang). Dan yang terakhir ada di Harbor (Pelabuhan). Disemua
catatan yang di temukan terdapat tulisan yang sama yaitu “Petunjuk-petunjuknya ada dimana kamu menemukan
catatan-catatan itu”.
Namun Holmes tidak mendapatkan petunjuk apapun di tempat dia menemukan
catatan-catatan itu. Lalu dia melihat catatan itu lagi, dan mulai berfikir
lebih keras. Dan dengan cepat dia bisa memecahkan kasusnya.
Siapa pembunuhnya??
40. Seorang kakek
sedang bercerita tentang pengalaman perangnya pada cucunya.
“Pada akhir Perang
Dunia 1, kakek diberi award atas keberanian kakek setelah menyelamatkan anak
buah kakek”. kata Dia
“Cucuku, waktu itu kami sedang bertempur di utara Perancis dan
salah satu musuh kami melempar sebuah granat ke arah kami. Tapi dengan cepat
kakek berhasil mengambil dan membuangnya sebelum granat itu meledak. Jadi tepat
setelah perang berakhir, seorang Jendral memberi kakek sebuah pedang dengan
tulisan yang terukir di pedangnya ‘Awarded for
Bravery and Valor, A True Hero, World War 1′ ” .
cucunya sejenak
berfikir tentang kisah kakeknya itu, kemudian berkata. “Kakek, aku sedikit
meragukan kisahmu”.
Kenapa cucunya meragukan
kisah kakeknya?
41. “Ini akan
menyenangkan!”. kata temanku Hanah. Dia membujukku untuk membuka satu website
yang dapat memberi tahu siapa kita di kehidupan masa lalu kita. Aku lebih suka
membaca buku misteri dari pada melakukan itu, tapi akhirnya dia bisa menyeretku
ke depan komputer.
Aku lalu menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang muncul di website itu dengan jujur. Lalu dengan
cepat jawabannya pun muncul di layar di ikuiti dengan space tempat memasukan
nomor kartu kredit dan iklan meminta “sumbangan”.
Di jawabannya tertulis
kalau kehidupanku di masa lalu adalah seorang Sherlock Holmes. Saat itu Hanah
meyakinkan aku kalau situs itu sangat terpercaya. Dia bilang “Itu pasti benar,
Kamu kan sering memecahkan misteri!”.
“Hanah, kamu tidak
boleh cepat terlalu percaya. situs ini menipumu.”
Bagaimana “aku” bisa
tau?
42. Sebuah nightclub
bernama Cocoanut Grove pada tahun 1942 mengalami kebakaran yang sangat
mengerikan dimana lebih dari 400 orang di dalamnya meninggal. Setiap orang di
dalam sebenarnya mampu keluar dari gedung itu. (True Story)
Kenapa bisa??
43. suatu malam,
seorang pria menerima telpon dari polisi. Lalu polisi itu bilang padanya bahwa
istrinya terbunuh dan dia harus datang secepatnya ka TKP. Pria itu terkejut dan
seketika menjatuhkan telponnya lalu dalam 20 menit dia sampai di TKP. Saat dia
tiab di TKP, polisi menangkapnya dan menjadi tersangka pembunuhan.
Bagaimana polisi itu
tahu?
44. Satu hari yang
panas dan kering Hana melihat Pak Amir menggelengkan kepalanya saat dia berdiri
di dekat petak bunganya.
“Seseorang merusak
semua bungaku,” katanya. “Aku selesai menyirami bungaku. Ketika aku pergi
untuk menyimpan selangnya, seseorang berjalan masuk dan menginjak
bunga-bungaku.”
“Siapa yang akan
melakukan hal yang jahat seperti itu?” Tanya Hana.
Pak Amir menghela
napas. “Seseorang yang suka merusak tentunya.”
“Aku sedang menuju ke
mall sekarang. Mungkin nanti aku bisa bantu untuk mencari tahu siapa yang
melakukannya,” kata Hana padanya. Tak lama ia melihat tiga gadis bermain
jingkat. Dia memutuskan untuk berhenti dan melihat bagaimana mereka
melompat-lompat melewati garis-garis kapur.
Ani harus melompat
sangat hati-hati karena tali sandal sebelah kirinya rusak.
Hera melompat
perlahan. Dia memakai sepatu kets ungu yang tampak usang. Hera tampak lusuh, juga.
Dina melompat yang
paling cepat, walapun alas sepatu joging putihnya penuh dengan lumpur kering.
“Apa kamu ingin ikut
bermain?” Tanya Hera.
“Oh tidak, aku harus
pergi berbelanja,” kata Hana padanya. Lalu ia teringat sesuatu. Seketika itu
tahu siapa yang merusak bunga-bunga Pak Amir.
Siapa dan bagaimana
Hana mengetahuinya?
45. Walaupun penduduk
di arktik kelaparan, mereka tidak akan memakan penguin.
Kenapa?
46. Temanku
menceritakan cerita ini.
Ia tinggal di gedung
apartemen tinggi. Karena ia tinggal di lantai 14, ia harus menggunakan lift.
Suatu hari, pada
tengah malam, ia pulang dari kerja. Ia naik lift dan memencet tombol 14. Sesaat
setelah pintunya tertutup dan elevator mulai bergerak, tombol 8 menyala. “Hmm,
siapa ya yang mau naik lift di tengah malam begini?”
Segera setelah ia
berkata begitu, ia menyadari sesuatu dan cepat-cepat memencet tombol lantai 2,
3, 4, dan 5 secara tergesa-gesa. Pintu lift melewati lantai 2, tetapi untungnya
lift berhenti pada lantai 3 dan kemudian ia memaksa keluar lewat pintu lift
yang lambat terbukanya, kemudian ia berlari keluar.
Ia turun dengan tangga
dan meninggalkan gedung, dan kemudian ia menghabiskan waktu semalaman untuk
membaca majalah di minimart dekat gedungnya sampai pagi.
“Mungkin bukan
apa-apa, tetapi kau tidak pernah tahu.”
Ia tersenyum ketika
menceritakannya, tetapi bahkan sampai hari ini, ia masih menghindari
menggunakan elevator di tengah malam.
J47. Aku baru mulai hidup sendiri. Agar tidak kesepian, aku
juga mulai memelihara burung beo sebagai binatang peliharaan. Beo
tersebut mulai mengikuti ucapanku. Setiap pagi, ia menyapaku, “Selamat pagi,”
dan setiap malam ia menyapaku “selamat datang kembali.” Ia benar-benar hewan
yang pintar ya
48. “Hey, kau
sudah selesai belum?”
Aku bertanya pada
istriku, ia membelakangiku. Kenapa sih wanita selalu memerlukan waktu yang lama
untuk bersiap-siap?
“Sebentar lagi. Tidak
sabaran sekali! Kita kan tidak terburu-buru… Hey Shou-chan (ini nama anaknya),
diamlah!”
Ia benar, tetapi aku
memang orang yang tidak sabaran, tidak ada yang bisa kulakukan untuk
mengubahnya.
Hari ini hampir
pergantian tahun. Seluruh dunia sibuk. Aku mengambil rokok dari kantongku dan
menyalakannya.
“Aku berpikir, apakah
kita tidak akan mengagetkan ayah dan ibumu kalau kita tiba-tiba kita datang?”
“Jangan khawatir.
Mereka akan mulai tersenyum saat melihat wajah anak kita.” Ujarku, sambil
memandang anakku yang berbaring disebelah kami.
“OK, siap? …. Oh
tunggu.”
“Hah? Ada apa?”
“Lihat, ini… ini
disini.”
Istriku menunjuk
leherku dan aku menyentuhnya.
“Oh aku lupa.”
“Kau tidak hanya tidak
sabar tetapi otakmu juga kacau! Sini.”
“Aku… mencintaimu.”
Bisik istriku, tidak terdengar, seperti berbicara pada dirinya sendiri.
“Kenapa sekarang,
tiba-tiba sekali?”
“Ayolah, kita kan
suami istri. Tidak perlu malu.”
Ia menunduk dan aku
tidak bisa melihat wajahnya, tetapi sepertinya pipinya merona.
“Yah…. Aku
mencintaimu.”
Sepertinya sudah
bertahun-tahun sejak aku mengatakan sesuatu yang serius kepadanya. Aku merasa
sedikit malu, tetapi aku tidak merasa buruk.
Aku menggenggam
tangannya.
“Jadi, kita pergi
sekarang?”
“Ya.”
Aku menendang bangku
di kakiku.
49. “Halo apa
kabar?”
“Halo, lama tak
bertemu. Bagaimana kabarmu?”
“Apa kau baik-baik
saja? Suaramu sedikit berubah.”
“Yah, jadi seksi ya?”
temanku tertawa, “Aku sedang sakit flu.”
“Oh benarkah? Kau
harus beristirahat dan minum obat!”
“Ya, aku seharian ini
tidur terus kok.”
“Oh ya, aku ingin
mengingatkanmu. Kau sudah baca berita belum? Ada pembunuh berkeliaran di kota
ini. Ia suka membunuh korbannya diam-diam dengan masuk ke rumah mereka dan
mencekik mereka dari belakang. Kau harus berhati-hati!”
“Tenang, aku selalu
mengunci rumahku kok.”
“Kau tinggal sendirian
kan? Lagian kau juga lagi sakit begitu. Bagaimana jika kau ke rumahku saja biar
aman?”
“Oh, tak apa-apa?
Nanti kau tertular?”
“Ah, aku sudah kebal.
Bagaimana? Paling tidak ada yang merawatmu di sini.”
“Oke. Eh, aku lupa
dimana rumahmu hehehe. Maaf, aku pusing sekali, tak bisa berpikir.”
“Bagaimana sih, kita
kan tetangga? Aku tinggal di Blok B nomor 5 di kompleks barat rumahmu.”
“oke tunggu aku
kesana, bye!”
50. Kami baru
saja pulang kantor dan karena malam ini cukup dingin, temanku memutuskan
membeli sesuatu yang hangat dulu di warung.
Saat aku berdiri di
luar menunggunya, aku bertabrakan dengan seorang anak kecil.
“Oh maaf,” kataku,
walaupun anak itu yang menabrakku. Namun anak itu tetap saja berlari tanpa
bahkan melihat ke arahku. “Dasar anak sekarang,” pikirku, “Diajari apa sama
orang tuanya?” Lagipula malam-malam begini mengapa anak sekecil itu berada di
luar rumah?
Tiba-tiba seorang
wanita berlari dengan tergopoh-gopoh ke arahku, “Apa anda melihat anak saya?”
tanyanya.
“Oh, tadi ia berlari
ke arah sana!” jawabku.
Temanku kemudian
keluar dan kamipun melanjutkan perjalanan. Karena sangat mengantuk, aku segera
tertidur. Namun paginya, aku menemukan berita mengejutkan di koran bahwa
seorang ibu yang memiliki seorang anak ditemukan terbunuh di rumahnya malam
itu. Yang membuatku kaget, peristiwa ini terjadi tak jauh dari warung dimana
temanku membeli minuman hangat tadi malam. Ah, semoga saja wanita itu bukan ibu
yang kutemui tadi malam. Kasihan jika benar. Lingkungan ini benar-benar tidak
aman. Aku harus pindah secepat mungkin.
51. Aku terbangun
tengah malam dan merasakan suatu perasaan tak enak.
Aku menyalakan lampu
mejaku dan melihat genangan darah yang sangat banyak di selimutku.
Aku menjerit dan
berlari keluar kamarku. Aku buru-buru turun ke lantai bawah dan melihat Buddy,
anjingku, kini terbaring bersimbah darah di dasar tangga. Aku hendak keluar
melalui pintu depan ketika aku mendengar suara di ruang makan. Pembunuh itu
masih ada di sini!
Aku segera berlari ke
atas lagi untuk menemukan orang tuaku, berharap mereka masih hidup.
Aku membuka pintu
kamar orang tuaku dan melihat kolam darah di lantai. Darah menetes dari atas
tempat tidur dimana kedua orang tuaku terbaring tak bernyawa.
Aku mendengar sang
pembunuh naik ke atas. Pelan namun pasti, ia membuat suara decitan ketika
kakinya menginjak anak tangga yang terbuat dari kayu.
Aku meringkuk di pojok
ruangan,tak ada lagi jalan keluar.
Pembunuh itu masuk
melalui pintu.
Aku bernapas lega. Itu
bukan pembunuh, ternyata itu pria berseragam polisi.
Aku hendak berlari ke
arahnya, meminta tolong. Namun ia justru bergerak mundur ketika ia melihatku.
“Ke…kenapa?” tanyaku
ketakutan, “A…apa ia ada di belakangku?”
Kemudian ia berkata
dengan suara tegas sambil berusaha meraih pistol yang ada di sabuknya.
“Nak, tenanglah dan
berikan kepadaku pisau itu!”
52. Saat OSPEK, kami
semua diharuskan mengikuti uji nyali di sebuah pemakaman tua. Kami dikirim
berdua-dua untuk melintasi kuburan tersebut untuk menguji keberanian kami. Aku
dan temanku sangat ketakutan karena saat itu sudah tengah malam.
Begitu sampai di kamp,
kami berdua tertawa sambil menunjukkan tangan kanan kami yang membiru. Pasti
karena kami berpegangan tangan terlalu erat saking takutnya. Kalau
dipikir-pikir hal itu sangat konyol. Tak ada alasan bagi kami ketakutan seperti
itu sebab tak ada satupun hal seram terjadi pada kami malam itu.
53. Malam itu aku
menyaksikan kembang api dari lantai atas sebuah gedung bersama sahabatku.
“Hei, maafkan aku
akhirnya jadian dengan mantanmu,” katanya, “Aku merasa seperti orang jahat,
merebutnya darimu.”
“Ah tidak apa-apa.”
Jawabku, “Dia kan sudah memilihmu. Aku justru senang.”
“Oh, begitu. Syukurlah
kamu tidak marah. Selamat tahun baru…”
“Selamat tahun baru!”
aku berkata sambil menepuk punggung sahabatku itu.
54. Belakangan ini aku
mengalami kejadian tak mengenakkan. Begitu aku pulang, kamarku selalu saja
acak-acakan. Tak ada yang hilang sih, tapi ini mulai mengangguku . akhirnya aku
memutuskan untuk memasang kamera CCTV di pojok kamarku.
Ketika aku pulang hari
ini, akupun mengecek isinya. Awalnya tak ada apapun yang terjadi, namun
kemudian aku melihat kenop pintuku berputar. Pintu kamarku terbuka dan seorang
wanita, sambil membawa pisau di tangannya, masuk ke dalam kamarku. Sambil
tertawa-tawa ia mengobrak-abrik seisi kamarku dan kemudian bersembunyi di dalam
lemari.
Di dalam video,
seseorang kembali memutar kenop pintu dan membukanya. Itu aku.
55. Aku bertengkar
hebat dengan orang tuaku dan akhirnya memutuskan untuk tinggal sendiri sejak
dari sekarang. Hari pertama aku hidup mandiri, aku memulainya dengan hal-hal
biasa, seperti sarapan, mandi, dan kemudian bersiap berangkat. Oh ya, hampir
lupa … aku harus membuang sampah. Akupun keluar dari rumah dan menyapa
tetanggaku yang selalu meyirami tanamannya setiap pagi. Aku kemudian mengunci
pintu kemudian berangkat. Benar-benar hari pertama yang sempurna!
56. Hari ini aku
mengundang temanku, A, untuk bermain game di rumah. A dan aku bermain game
hingga larut malam. Akhirnya kami lelah dan memutuskan menonton televisi. Malam
itu sangat membosankan karena semua acara prime time sudah habis dan yang
tertinggal hanyalah acara berita. Namun ada satu berita yang menarik
perhatianku,
“Pagi ini di Chiyoda
terjadi sebuah kasus pembunuhan misterius. Korbannya adalah seorang guru karate
dan tubuhnya ditemukan terpotong-potong. Perlu diingat bahwa senjata
pembunuhnya belum ditemukan jadi sangat sulit bagi polisi untuk melacak pelaku
sebenarnya ..”
“Wah seram sekali.
Bukankah tempat tinggalmu di Chiyoda? Berhati-hatilah!” kataku pada A.
A hanya tertawa,
“Hahaha, menakutkan sekali, ada pembunuh berantai berkeliaran …”
“Aku serius. Mungkin
ia mengincar jago bela diri. Bukankah kau juga ahli judo?”
“Ya…ya…ya…justru
karena aku ahli judo, aku bisa membela diri kalau bertemu dengannya. Eh, hari
sudah malam, aku pulang saja.”
“Hei, menginap saja di
sini! Bahaya kalau kau pulang malam-malam!”
“Hahaha….aku sama
sekali tak takut dengan pembunuh yang berkeliaran membawa pisau dapur. Bye!”
Aku mengantar A ke
pintu dan begitu ia pulang, aku gemetar ketakutan.
57. Sejak awal bulan
lalu, aku selalu memimpikan mimpi yang sama. Di mimpi itu, aku memimpikan
sebuah rumah yang sangat besar dan indah. Dalam mimpiku, aku berada di depan
rumah itu lalu masuk dan menjelajahinya. Aku pergi ke ruang tamu dan dapur,
kemudian naik ke lantai dua dan menjelajahi kamar tidurnya. Aku selalu berpikir
bahwa mungkin aku pernah berada di rumah itu dan ingatan itu tertanam dalam
alam bawah sadarku. Namun anehnya, aku sama sekali tak ingat pernah melihat
rumah itu sebelumnya.
Namun, semuanya
berubah malam itu.
Suatu malam ketika aku
sedang berkendara pulang dari kantorku, aku memutuskan untuk mengambil jalan
pintas. Jalan itu melewati hutan pinus yang lebat. Rasa takut mulai
menghinggapiku kettika kegelapan malam mulai menyelimutiku. Namun di antara
bayangan-bayangan pohon, aku melihat sepercik cahaya di kejauhan dan akupun
mendekatinya. Aku terkejut, ternyata itu rumah yang ada di dalam mimpiku!
Aku berhenti di depan
rumah itu dan turun ke mobil. Rumah ini tak salah lagi adalah rumah dalam
mimpiku! Ada tulisan “Rumah Dijual” di situ. Rumah ini adalah rumah yang sangat
bagus dan akupun tertarik membelinya. Terasa seperti deja vu ketika aku
berjalan ke muka rumah dan mengetuk pintunya.
Sesaat kemudian,
seorang wanita tua membuka pintunya.
“Apa yang kau
inginkan?”
“Maaf, mengganggu ibu
malam-malam, namun saya ingin membeli rumah ini. Berapa harganya?”
Dia justru mulai menutup
pintunya.
“Bu!!!” aku mencoba
menahan pintu agar ia tak menutupnya.
“Kamu takkan mau
membeli rumah ini!”
“Kenapa?”
“Karena rumah ini
dihantui!”
“Dihantui?” aku nyaris
tertawa, aku tak pernah percaya dengan hantu.
“Ya.” Jawab wanita
itu, masih berusaha untuk menutup pintunya.
“Dihantui oleh siapa?”
“OLEHMU!” jerit wanita
dengan ketakutan itu ketika ia membanting pintu.
58. “Gubrak!!!”
“Hah? Suara apa itu?”
seruku. Suara itu datang dari kamar ayahku di lantai atas. Aku segera berlari
ke atas dan menemukan ayahku berada di lantai.
“Yah, apa ayah tidak
apa-apa? Ayah barusan terjatuh?”
Ayahku hanya tertawa,
“Ya, ayah barusan jatuh dari kursi.” Di samping ayah memang tergeletak sebuah
kursi yang terguling ke samping. Namun melihat ayahku, aku justru tertawa
terbahak-bahak. Ayah hanya memakai kaos jersey dan celana pendek, namun ia juga
memakai dasi.
“Ayah, kenapa ayah
berpenampilan seperti itu?’ aku tertawa.
Wajah Ayah memerah,
“Jangan cerita pada ibumu ya? Ayah sangat malu.”
Setelah membantu
ayahku berdiri, akupun meninggalkan kamarnya. Aku tak sabar untuk
menceritakannya pada ibu kalau ia pulang nanti. Aku tahu ayah dan ibu sedang
bertengkar hebat, namun aku yakin ibu juga pasti tertawa terbahak-bahak jika
menemukan ayah nanti.
59. Aku bekerja di
sebuah restoran. Larut malam, saat restoran ini sedang sepi, aku melihat
sepasang muda-mudi. Sepertinya mereka berpacaran. Sang gadis tampak antusias
bercerita pada sang laki-laki. Namun sang laki-laki sebaliknya, ia tampak
sangat gugup. Bahkan tingkah lakunya sangat mencurigakan. Ia sama sekali tak
tersenyum dan hanya mengetuk-ngetukkan jarinya ke atas meja.
Lama-kelamaan, aku
menyadari bahwa ketukan jarinya memiliki irama.
Taptaptap. Tap tap
tap. Taptaptap.
Taptaptap. Tap tap
tap. Taptaptap.
Irama itu sangat catchy sehingga mudah kuingat. Mereka duduk di
sana beberapa lama, hingga suatu saat mereka memutuskan pergi. Aku merasa
bersalah, mereka mungkin merasa agak terganggu sebab sejak tadi aku terus
memandangi mereka.
Saat membayar bon di
kasir, sang gadis tersenyum sangat manis kepadaku, sementara sang pria dengan
tatapan tajam menatap ke arahku sebelum akhirnya pergi. Ups, apa ia merasa
cemburu? Benar-benar pria yang aneh (mungkin depresi). Entah mengapa,
perasaanku menjadi tidak enak. Aku harap gadis itu baik-baik saja.
60. Ketika aku tiba di
rumah sepulang sekolah, tidak ada seorangpun di sana. Ayah dan ibuku masih
belum pulang. Seperti biasa, setelah mengunci pintu, akupun pergi ke kamarku.
Aku kemudian menutup pintu dan berganti baju di dalam kamar. Saat hendak
membuka pintu, aku terkejut. Pintu kamarku tak mau membuka.
Seolah-olah ada yang
memeganginya dari luar.
Aku tak mengunci
kamarku, jadi seharusnya pintu itu terbuka dengan mudah. Mungkin saja pintuku
rusak, namun pikiran bahwa “ada seseorang menahan pintuku dari luar” membuatku
takut.
Untunglah kamarku
terletak di lantai satu dan sambil membawa telepon genggam, akupun keluar dari
jendela. Saat aku berada di luar, beruntung aku bertemu ibuku yang baru saja
tiba di depan rumah.
“Ibu … pintu kamarku
…mungkin ada orang…” aku berkata dengan terbata-bata karena masih ketakutan.
Namun ibuku justru
tertawa. Ia tak mempercayaiku. Kamipun masuk dan ibu mencoba membuka pintu
kamarku. Ternyata pintu itu terbuka dengan sangat mudah.
“Lihat, bisa kan?
Jangan berpikir yang aneh-aneh. Rumah ini sudah tua, jadi wajar kalo pintu ini
sudah rusak.”
Akupun masuk dan ibuku
meninggalkan rumah sambil tertawa. Dengan perasaan malu, aku membuka kunci
jendela dan menatap ke luar. Angin berhembus di wajahku dan aku mulai tertawa. Ah,
mana mungkin ada orang mesum masuk ke kamarku? Hari masih siang bolong begini.
61. Aku sangat lelah.
Memiliki dua anak di bawah umur 3 tahun sangat menguras tenagaku. Aku tenggelam
ke dalam sofa dengan penuh rasa syukur, mematikan televisi, dan benar-benar
menikmati suasana tenang yang langka ini. Aku pasti tertidur karena kelelahan
sebab hal berikutnya yang aku tahu, suamiku yang baru pulang kerja
menggoncang-goncangkan bahuku.
“Hei, tukang tidur.”
katanya, “Apa anak-anak sudah tidur semua?”
Aku segera panik,
melompat dari sofa, dan meninggalkan suamiku yang dalam kondisi kebingungan
melihat reaksiku. Aku berlari ke arah lorong. Detak jantungku memuncak ketika
aku mencapai pintu di sebelah kanan. Aku berdoa, berharap aku salah.
Aku membuka pintu
kamar mandi.
62. Suatu hari,
seorang guru SD memanggil orang tua salah satu muridnya dengan panik.
Kedua orang tua
tersebut ikut2an khawatir sebab guru tersebut terlihat sangat cemas.
“Ada apa dengan anak
kami?” tanya mereka.
Guru itu menjawab,
“Saya tahu apa yang akan saya katakan mengenai anak gadis anda terlihat
mustahil, namun kasus ini sebenarnya pernah terjadi di sekolah ini. Anak
perempuan anda sebenarnya adalah anak laki-laki. Ini memang suatu hal yang
aneh, namun sebenarnya ia memiliki penis, hanya letaknya tersembunyi. Ia
memerlukan operasi secepat mungkin.”
Segera kedua orang tua
tersebut memeriksakan anak mereka ke dokter dan ternyata apa yang dikatakan
guru tersebut benar. Mereka segera membawanya ke rumah sakit dan melakukan
operasi untuk anak tersebut.
Mulai saat itu, anak
itu hidup sebagai anak laki-laki.
Ini memang suatu kasus
yang aneh. Tapi kedua orang tua tersebut sangat berterima kasih pada guru
tersebut. Berkat dia, kini anak mereka dapat menjalani hidup yang normal.
63. Suatu hari seorang
calon guru melakukan magang di sebuah SD di Jepang. Ini adalah kali pertamanya
mengajar, sehingga ia merasa sangat gugup. Untunglah murid2nya sangat ramah dan
dengan waktu cepat ia sudah merasa dekat dengan murid2nya.
Namun beberapa hari
sebelum masa magangnya berakhir, salah seorang anak perempuan di kelasnya
meninggal bersama kakak laki2nya. Mereka sedang tertidur di lantai dua saat api
menelan rumah mereka. Hanya kedua orang tuanya dan adik mereka yang masih bayi
yang tidur di lantai satu mereka menyelamatkan diri.
Teman2 sekelasnya
shock dan menangis tersedu-sedu saat upacara pemakaman mereka. Setelah
pemakaman, sang guru magang melihat-lihat lukisan yang dibuat oleh gadis itu
sebagai tugas kelas seni. Temanya adalah keluarga. Di sana ia menggambar rumah
dan keluarganya. Ia dan kakaknya sedang melambaikan tangannya dari jendela
lantai dua. Sementara ayahnya sedang menggendong bayi mereka, bersama dengan
ibunya yang sedang menyirami tanaman di halaman.
Mereka terlihat seperti
keluarga yang bahagia. Sungguh sangat disayangkan.
64. Seorang pria
sedang dalam perjalanan dinas ke luar kota ketika ia memutuskan untuk
menghubungi istrinya di rumah lewat telepon. Ia terkejut ketika mendengar suara
wanita yang tidak dikenalnya di telepon.
“Siapa kau?” tanya
sang suami.
“Saya pembantu yang
bekerja di rumah ini.” jawabnya.
“Kami tak punya
pembantu di rumah kami.” kata sang suami dengan curiga.
“Saya baru saja mulai
bekerja hari ini. Nyonya rumah yang memperkerjakan saya.”
“Dapatkah kamu
memberikan telepon ini pada istriku?” pria itu semakin curiga.
“Beliau sedang
beristirahat di kamarnya sekarang,” sang pembantu terdiam sebentar sebelum
akhirnya ia melanjutkannya perkataannya kembali, “Saya pikir pria yang berada
bersamanya di kamar tidur itu suaminya …”
“Apa?!” sang suami
terkejut. Sebuah akal kemudian muncul di kepalanya, “Apa kau mau uang 50 juta?”
“Apa yang anda
inginkan untuk saya lakukan?” ia terdengar ragu-ragu, namun uang 50 juta
terdengar sangat banyak untuknya.
“Ada pistol di laci
meja telepon. Seharusnya pistol itu sudah terisi. Aku ingin kamu naik ke atas
dan menembak mereka. Mengerti?”
“Ba…baik. Saya akan
mencobanya.”
Sang pembantu pergi
tanpa menutup teleponnya. Sang suami bisa mendengarnya menarik laci, melangkah
naik ke atas, dan kemudian terdengar samar dua suara letusan tembakan sebelum
akhirnya terdengar langkah kaki mendekat ke arah telepon.
“Halo?” tanya sang
pembantu. Sang pria tersenyum dengan puas.
“Kau bekerja dengan
sangat bagus. Jauh lebih bagus daripada dugaanku.”
“Terima kasih. Apa
yang harus saya lakukan dengan jenazah mereka?”
“Pertanyaan bagus.
Tenggelamkan saja mereka di kolam renang.”
“Kolam renang? Kolam
renang yang mana? Rumah ini tidak memiliki kolam renang.”
Keduanya hanya
terdiam.
65. Aku baru berumur 7
tahun ketika orang tuaku mengetahui bahwa aku sebuta kelelawar. Sebenarnya
kelelawar tidaklah buta. Mereka memiliki penglihatan, namun sangat buruk.
Seperti itulah kondisiku. Aku belum pernah mengikuti tes penglihatan sehingga
aku beranggapan bahwa orang lain melihat sebagaimana aku melihat dunia. Aku
hanya melihat bayangan-bayangan kabur, figur yang samar-samar, cukup untuk
membuatku tidak menabrak mereka. TV bagiku adalah radio yang dilengkapi dengan
permainan cahaya dan aku hanya bisa membedakan mainanku dari warna-warnanya.
Ketika aku tak kunjung belajar membaca, orang tuaku membawaku ke rumah sakit
dan akhirnya mengetahui kekuranganku.
Duniaku berubah
selamanya ketika aku mendapat kacamata pertamaku.
Aku melihat segalanya!
Aku melihat kamar dokter mata, dinding, langit-langit, tanganku, dan
orang-orang yang ada di ruangan. Aku melihat ayah, ibu, dokter, dan para
perawat. Dengan takjub aku melihat warna mata ayahku untuk pertama kalinya.
Namun untuk pertama
kalinya pula aku masih melihat beberapa orang di ruangan tetaplah samar, gelap,
dan kabur. Mereka ada banyak dan aku tahu mereka mengawasiku seperti aku
mengawasi mereka.
Dan aku menyadari kaki
mereka tak menyentuh tanah.

Halo semua nama saya Lewis, berkat orang besar dari semua orang dia adalah manusia terbesar yang pernah saya lihat sejak saya datang ke dunia ini saya frustrasi tapi satu hari yang baik saya hanya mengatakan biarkan aku pergi ke internet sehingga saya datang di pekerjaan yang baik dari orang besar ini besar Dr. Malaikat jadi saya menghubungi dia untuk dia untuk membantu saya membawa kembali mantan kekasih dan dia berkata apakah ini masalah Anda dan saya mengatakan ya maka dia mengatakan kepada saya untuk membebaskan diri sendiri bahwa itu hanya akan membawanya 3 hari untuk membawa kembali setelah saya memberinya semua yang diperlukan saya menunggu sampai 3 hari datang dan hari setia saya melihat beberapa mengetuk pintu saya yang tidak saya temukan, mantan kekasih dia mulai memohon maaf yang bagaimana saya punya saya ex kembali melalui Dr. Malaikat besar, saya saran Anda untuk menghubungi dia dalam setiap jenis masalah seperti:
BalasHapus1) jika Anda ingin mantan kekasih Anda kembali
2) Anda ingin menjadi kaya
3) jika Anda selalu memiliki mimpi buruk
4) Anda ingin mengikat suami / istri menjadi milik Anda selamanya
5) perawatan herbal
6) Bantuan keuangan
7) Anda ingin dipromosikan di kantor Anda.
8) anda telah scammed dan Anda ingin kembali uang Anda hilang
Dan masalah lain yang Anda temui dalam kehidupan Anda.
Hubungi Dr Malaikat melalui: theangelsofsolution@outlook.com